JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Kesehatan mencatat 184 kasus influenza A(H3N2) subklad K sejak 2025, dengan 22 kasus terdeteksi sepanjang 2026 dan tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Kasus yang belakangan ramai disebut "superflu" tersebut tercatat di 20 provinsi berdasarkan akumulasi data sejak 2025. Namun, Kemenkes menegaskan subklad K bukan influenza yang saat ini paling dominan beredar di masyarakat.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan terdapat 162 kasus yang tercatat pada 2025 dan 22 kasus pada 2026 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

"Total data yang saya punya, 2025 itu 162. Nah, 2026 sampai dengan minggu lalu itu 22 yang memang terdeteksi dari pemeriksaan lab masuk ke subtipe K ini," ujar Aji, seperti dikutip dari laman Kompas, Minggu (27/9/2026).

Menurut Aji, informasi mengenai kasus yang disebut telah menyebar di 13 provinsi perlu diluruskan. Angka tersebut muncul karena data sebelumnya menggabungkan kasus yang ditemukan pada 2025 dan 2026.