JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah memastikan efisiensi anggaran tetap menjadi bagian dari kebijakan APBN 2027, meski belanja negara diproyeksikan untuk pertama kalinya menembus Rp 4.000 triliun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan besarnya belanja negara dalam RAPBN 2027 harus diikuti dengan penajaman alokasi. Pemerintah tidak ingin efisiensi dimaknai sebatas pemangkasan anggaran, tetapi sebagai upaya memastikan belanja memberikan dampak terhadap perekonomian dan masyarakat.
"Pada RAPBN 2027, kita desain sehingga kemungkinan besar, ini pertama kali dalam sejarah Indonesia belanja negara melebihi Rp 4.000 triliun. Tapi belanja ini harus bisa menyentuh titik-titik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Suahasil di Jakarta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (24/9/2026).
Menurut Suahasil, pengelolaan APBN perlu diarahkan pada belanja yang memiliki manfaat langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, serta pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Ia menegaskan pemerintah akan meningkatkan efisiensi sekaligus memperbaiki ketepatan sasaran belanja. Dengan pendekatan tersebut, anggaran yang tersedia diharapkan tidak tersebar pada pos yang kurang prioritas.
