KUNINGAN, TELISIK.ID - Kebakaran hutan dan lahan di lereng Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berhasil dilokalisir pada Jumat (23/10/2026) dan tidak meluas ke kawasan hutan lain. Pemadaman masih berlanjut dengan sekitar 1.000 personel gabungan, sementara helikopter untuk water bombing diberangkatkan dari Bogor menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan Lanud Sukani di Majalengka.
Api pertama kali terpantau pada Rabu (21/10/2026) pukul 20.44 WIB di Grid 15M Resor Pasawahan, perbatasan Desa Seda, lalu merambat ke Blok Yanggo, Desa Cibuntu. Pada Kamis, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi, berkomunikasi dengan Menteri Koordinator dan jajaran TNI Angkatan Udara agar pengerahan helikopter water bombing segera direalisasikan, serta menyiapkan insentif Rp250.000 per orang per hari bagi warga yang membantu pemadaman, dengan bonus bila api cepat padam.
Api Dilokalisir, Water Bombing Dikerahkan
Dalam pernyataannya pada Jumat, Dedi menyebut penanganan kebakaran berjalan baik karena api berhasil dilokalisir. Ia juga terlihat mendarat dengan helikopter di Lanud Sukani pada Jumat, dan helikopter-helikopter itu selanjutnya akan mengambil air untuk memadamkan titik api yang masih menyala di lereng Ciremai.
"Penanganan kebakaran hutan di Ciremai berjalan baik. Pertama, api tidak meluas ke kawasan hutan lain; api berhasil dilokalisir," ujar Dedi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan dan TNI untuk pengerahan helikopter tersebut, sementara Balai TNGC bersama BNPB menyiapkan titik pengambilan air di Waduk Darma. Meski api sudah dilokalisir, petugas menegaskan kebakaran belum dinyatakan padam, sehingga pemadaman dan pendinginan titik-titik sisa terus berjalan.
