JAKARTA, TELISIK.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite mengalami penurunan menjadi sekitar 16 hingga 18 hari.
Bahlil yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat. Sejumlah pengguna BBM nonsubsidi kini beralih ke Pertalite karena perbedaan harga yang dinilai lebih ekonomis.
Menurut dia, konsumen yang sebelumnya menggunakan bensin beroktan RON 92 dan RON 95 mulai beralih ke Pertalite dengan nilai oktan RON 90.
"Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting yang tadinya orang pakai 92 dan 95, itu shifting ke 90 karena harganya kan cukup berbeda, cukup ekonomis. Itu sebenarnya masalahnya," ujar Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (17/10/2026).
Pergeseran konsumsi tersebut meningkatkan permintaan terhadap Pertalite dan memengaruhi ketahanan persediaan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
