JAKARTA, TELISIK.ID - Perilaku seksual berisiko pada remaja tidak hanya meningkatkan risiko HIV, tetapi juga memicu IMS, kehamilan tidak direncanakan, dan dampak psikologis.
Seks bebas atau perilaku seksual berisiko merupakan aktivitas seksual yang dapat meningkatkan kemungkinan penularan infeksi menular seksual atau IMS serta kehamilan yang tidak direncanakan.
Risiko tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan seksual penetratif, tetapi juga dapat muncul melalui aktivitas seksual oral dan anal. Sejumlah IMS bahkan dapat tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga seseorang tidak menyadari dirinya telah terinfeksi.
Karena itu, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi menjadi penting, terutama bagi remaja. Pengetahuan yang memadai dapat membantu mengenali risiko, mencegah penularan infeksi, serta mendorong seseorang mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis ketika diperlukan.
1. HIV/AIDS
