SERAM BAGIAN BARAT, TELISIK.ID - Puluhan anak penyintas konflik sosial di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, mengikuti layanan dukungan psikososial Kemensos melalui kegiatan bermain dan bernyanyi.
Konflik sosial yang terjadi pada 11 September 2026 di Desa Patuhue dan Lisabata, Kecamatan Taniwel, membuat warga harus meninggalkan rumah setelah puluhan bangunan terbakar.
Sebanyak 30 rumah warga dilaporkan terbakar. Sebanyak 42 kepala keluarga yang terdiri atas anak-anak, lansia, perempuan, serta kelompok rentan lainnya kemudian mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Kementerian Sosial RI. Melalui Sentra “Meohai” di Kendari, Kemensos melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kondisi, permasalahan, serta kebutuhan para penyintas.
Selain asesmen, Kemensos memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), terutama kepada anak-anak yang terdampak konflik.
