KENDARI, TELISIK.ID - Riset dosen IAIN Kendari di Seoul mengungkap strategi prompting dapat membuat AI menghasilkan umpan balik matematika yang akurat sekaligus lebih empatik bagi mahasiswa.
Temuan tersebut dipresentasikan Dosen Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kendari, Amanda La Hadi, M.Pd., dalam The First International Workshop on Pedagogical Evaluation of Automated Feedback (PEAF) 2026 di COEX Convention Center, Seoul, Korea Selatan, Minggu (28/6/2026).
Workshop internasional yang diselenggarakan Imperial College London itu merupakan bagian dari Festival of Learning 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan tiga konferensi di bidang teknologi pendidikan, yakni Educational Data Mining (EDM) 2026, Artificial Intelligence in Education (AIED) 2026, dan Learning at Scale (L@S) 2026.
Dalam forum tersebut, Amanda mempresentasikan penelitian berjudul Does Caring Cost Precision? Evaluating Anxiety-Framed LLM Misconception Feedback for Undergraduate Mathematics.
Penelitian itu mengkaji efektivitas umpan balik yang dihasilkan Large Language Models (LLM), seperti ChatGPT, dalam membantu mahasiswa mengenali dan mengatasi miskonsepsi pada pembelajaran matematika.
