Oleh: Efriza
Dosen Ilmu Pemerintahan UNPAM dan Owner Penerbitan
TEPAT 20 Oktober beberapa hari lalu adalah dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Mempelajari dua tahun pemerintahan ini menghadirkan sebuah paradoks politik.
Di satu sisi, pemerintah berhasil menjaga stabilitas politik yang relatif kuat melalui dukungan koalisi besar di parlemen. Dengan mayoritas kekuatan politik berada dalam satu poros kekuasaan, pemerintah nyaris tidak menghadapi hambatan berarti dalam pengambilan keputusan.
Namun di sisi lain, stabilitas politik tersebut belum sepenuhnya mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kepercayaan publik maupun perbaikan kesejahteraan yang dirasakan secara luas oleh masyarakat. Tulisan ini ingin mengkaji realitas dari dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
