TOKYO, TELISIK.ID - Hidayah dapat bermula dari hal sederhana. Shigeru Shimoyama, pria Jepang yang awalnya memiliki pandangan negatif terhadap Islam, mantap menjadi mualaf setelah merasakan keramahan umat Islam di Sudan.
Kini, di usia 75 tahun, ia aktif berdakwah mengenalkan Islam kepada masyarakat Jepang melalui Tokyo Camii dan Pusat Kebudayaan Turki.
Saat berusia 19 tahun, Shimoyama mengikuti ekspedisi riset di Sungai Nil, Sudan, bersama mahasiswa Universitas Waseda.
Saat menghadapi cuaca ekstrem karena tenda mereka tidak memadai, warga desa setempat menyambut dan menampung rombongan dengan penuh keramahan.
Pengalaman ini mematahkan pandangan buruknya tentang Islam dan memicu keinginannya untuk belajar lebih jauh. Sepulangnya ke Jepang, ia langsung mendalami Al-Qur'an, bahasa Arab, serta praktik ibadah seperti salat dan puasa.
