JAKARTA, TELISIK.ID - Kesurupan massal di sekolah, pabrik, hingga pesantren kerap dikaitkan dengan hal mistis, padahal fenomena tersebut dapat dijelaskan melalui perspektif psikologi.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, Prof. Agustino Zulys, menjelaskan kondisi yang dikenal masyarakat sebagai kesurupan dapat dikaji dari sisi psikologis, sekaligus dipahami dalam konteks keyakinan agama.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram miliknya, Prof. Zulys menerangkan bahwa psikologi modern mengenal kondisi yang memiliki kemiripan dengan fenomena kesurupan sebagai Dissociative Trance Disorder.

Kondisi tersebut ditandai perubahan kesadaran dan hilangnya kontrol sementara terhadap perilaku. Pada situasi tertentu, seseorang juga dapat mengalami amnesia sesaat setelah kembali ke kondisi sadar.

Menurut Prof. Zulys, kondisi itu dapat berkaitan dengan tekanan psikologis yang terakumulasi dalam waktu lama. Konflik batin, kecemasan, serta mekanisme pertahanan diri juga dapat berperan dalam munculnya respons disosiatif.