JAKARTA, TELISIK.ID - Google akan menguji chip AI di orbit melalui satelit purwarupa Project Suncatcher yang dijadwalkan meluncur pekan depan menumpang roket SpaceX Transporter-18.

Eksperimen ini bertujuan memanfaatkan energi Matahari di luar angkasa untuk mengatasi keterbatasan daya komputasi AI di bumi.

Satelit tersebut akan diuji ketahanannya terhadap radiasi dan suhu ekstrem LEO, sekaligus memastikan kestabilan operasional chip TPU milik Google di antariksa, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (26/9/2026).

Begitu mengudara, satelit bermuatan Tensor Processing Units (TPU) besutan Google itu langsung mengemban misi utama di orbit untuk menguji ketahanan dan kestabilan operasional chip AI di lingkungan antariksa.

Tantangan terbesar dalam proyek ini meliputi ancaman radiasi luar angkasa yang memicu bit flip serta kendala pendinginan chip di ruang hampa yang diatasi Google menggunakan pipa panas dan radiator.