KENDARI, TELISIK.ID - Kemarau panjang di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat angka yang mengkhawatirkan, Toari-Kolaka tercatat paling lama tanpa hujan, yakni 129 hari. Sejumlah daerah lain juga masuk dalam kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem, membuat krisis air bersih semakin terasa di berbagai wilayah.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.
Sebanyak 670.700 liter air bersih telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga hingga kondisi cuaca kembali normal.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kendari, Muhammad Sadrin Tahir menjelaskan, bantuan ini ditujukan bagi wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem. Ke-15 kelurahan yang menerima bantuan tersebut adalah: Wawombalata, Tipulu, Watu-Watu, Sanua, Punggaloba, Mata, Kasilampe, Purirano, Gunung Jati, Manggadua, Anggalomelai, Tobimeita, Bungkutoko, Sambuli, dan Tondonggeu.
"Hingga saat ini, per 20 Oktober, penyaluran air bersih telah menjangkau 15 kelurahan dengan total 670.700 liter untuk 1.565 kepala keluarga," ujar Muhammad Sadrin.
