WAKATOBI, TELISIK.ID - Revitalisasi gedung SMP Swasta Maritim Mola di Kabupaten Wakatobi baru saja selesai dikerjakan dengan menguras anggaran Rp 2,9 miliar. Namun, fasilitas fisik sekolah pesisir tersebut kini sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan di beberapa titik.

Kritik tajam dari masyarakat ramai setelah foto-foto lantai sekolah yang bolong-bolong beredar di media sosial. Kerusakan pada usia bangunan yang belum seumur jagung ini dinilai tidak sepadan dengan besarnya kucuran anggaran dari pemerintah.

Kepala SMPS Maritim Mola, Narto, saat dikonfirmasi mengenai kerusakan fisik bangunan pada Senin (14/9/) lalu berdalih bahwa rapuhnya lantai kayu dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di wilayah pesisir.

"Papan bolong itu bukan karena dirusak, melainkan akibat paparan hujan dan kondisi Mola yang berada di atas laut. Kena ombak dan hujan membuat bahan kayu rentan. Namun untuk material, seluruhnya menggunakan kayu kelas dua dan sudah sesuai RAB," kilah Narto.

Namun, ketika telisik.id meminta untuk melihat dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) guna memastikan spesifikasi kayu dan material yang digunakan, Narto enggan memperlihatkannya. Ia beralasan bahwa berkas RAB tidak berada di sekolah karena telah dikirimkan ke Jakarta.