KENDARI, TELISIK.ID - Kerangka paus biru yang terdampar di Buton Utara pada 1997 kini menjadi koleksi Museum Negeri Sulawesi Tenggara di Kendari, dengan perawatan rutin untuk menjaga kondisi tulangnya.
Kerangka sepanjang 12 meter itu dipajang di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara, Jalan Abunawas Nomor 113, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Koleksi tersebut menarik perhatian pengunjung, terutama pelajar yang datang untuk mengenal sejarah dan kehidupan satwa laut.
Siti Samsia (58), staf museum yang bekerja sejak 1998, mengatakan kerangka tersebut ditemukan di pesisir Pantai Desa Lakansai, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara, pada 1997.
Papan informasi di museum mencatat koleksi itu sebagai paus biru (Balaenoptera musculus) dengan panjang 12 meter.
“Kerangka paus biru (Balaenoptera musculus). Ditemukan terdampar di pesisir pantai Desa Lakansai, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara pada tahun 1997, ukuran panjang 12 meter,” demikian keterangan pada papan informasi koleksi tersebut, ditunjukkan Samsia kepada telisik.id, Senin (19/10/2026).
