KENDARI, TELISIK.ID - Setelah suaminya meninggal, seorang ibu di Kendari bertahan menjadi badut di lampu merah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai dua anak yang masih menjadi tanggungannya.

Ibu berinisial I (58) tinggal seorang diri di rumah kontrakan kawasan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sekitar 10 bulan terakhir, ia mencari penghasilan dengan mengenakan kostum badut di perempatan lampu merah Wua-Wua.

Ia mulai menjalani pekerjaan tersebut setelah suaminya meninggal pada November tahun lalu. Setiap pagi hingga sore, Ibu berada di sekitar lampu merah dan menghibur pengendara yang berhenti ketika lampu lalu lintas menyala merah.

"Sudah sekitar 10 bulan saya jadi badut. Mulainya setelah suami meninggal bulan 11 tahun lalu," kata I kepada telisik.id, Sabtu (26/9/2026).

Penghasilan yang diperoleh Ibu tidak tetap. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan sekitar Rp 50.000 hingga Rp 70.000. Uang tersebut digunakan untuk membeli makanan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.