Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Pemerintahan UNPAM dan Owner Penerbitan

RESHUFFLE kabinet ketujuh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis 1 Oktober 2026 kemarin, memperlihatkan bahwa perombakan kali ini bukan sekadar pergantian kursi menteri, melainkan penataan ulang mesin pemerintahan untuk memasuki fase politik yang berbeda.

Disisi lain, reshuffle juga menyembulkan fakta karakter “buang-punggut” dilakukan oleh Presiden Prabowo. Contohnya adalah Pratikno dibuang dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dipunggut sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada esok harinya.

Berikutnya, Budi Gunawan dicopot dari Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada September 2025 kemudian dipungut sebagai anggota wantimpres, lalu, Listyo Sigit Prabowo dicopot dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dipungut kembali menjadi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).