JAKARTA, TELISIK.ID - Penerbitan seluruh RKAB Minerba 2026 memberi kepastian kepada perusahaan tambang untuk menjalankan produksi nikel dan batu bara sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan seluruh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan mineral dan batu bara untuk 2026 telah diterbitkan. Persetujuan tersebut mencakup dua komoditas utama, yakni nikel dan batu bara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan proses penerbitan persetujuan RKAB untuk kedua komoditas itu telah rampung. Untuk batu bara, kuota produksi yang disetujui berada pada kisaran 700 juta ton.

"Untuk batu bara ya di kisaran 700-an juta ton lah, sudah terbit semua," ujar Tri di Jakarta, seperti dikutip dari suara.com jaringan telisik.id, Jumat (30/10/2026).

Sementara itu, kuota produksi nikel dalam RKAB 2026 ditetapkan sekitar 290 juta hingga 300 juta ton. Angka tersebut berada di atas rencana awal pemerintah yang sempat mempertimbangkan pengurangan produksi menjadi 260 juta hingga 270 juta ton.