KENDARI, TELISIK.ID - Museum Sulawesi Tenggara menyimpan 12 alat pengolah sagu tradisional Suku Tolaki, yang memperlihatkan tahapan pengolahan mulai pemilihan batang hingga menghasilkan pati.

Di balik etalase Museum Provinsi Sulawesi Tenggara, tersimpan berbagai peralatan yang dahulu digunakan masyarakat Suku Tolaki untuk mengolah sagu. Setiap alat memiliki nama dan fungsi berbeda, sesuai tahapan pengerjaan hingga menghasilkan tepung sagu.

Bagi masyarakat Tolaki, sagu bukan sekadar bahan pangan, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan mengenai pengolahannya menjadi salah satu kekayaan budaya masyarakat di wilayah daratan Sulawesi Tenggara.

Staf Museum Provinsi Sulawesi Tenggara, Aharuddin (57), menjelaskan bahwa pengolahan sagu membutuhkan sejumlah tahapan. Prosesnya bahkan dimulai sebelum batang pohon dibelah, yakni dengan memilih pohon yang sudah layak diolah.

"Jadi proses kerjanya ini, sebelum sagu dibelah, harus ada pemilihan dulu pohon sagunya yang layak," ujar Aharuddin saat ditemui telisik.id di Museum Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (26/10/2026).